Momen pulang kampung yang bagi sebagian orang adalah waktu untuk beristirahat, justru dijadikan Ibu Mariatul sebagai kesempatan emas untuk mengajar dan menginspirasi. Ia dengan penuh kesabaran mengajarkan bahasa Inggris kepada anak-anak di desa, mengenalkan mereka pada kosa kata baru, cara pengucapan yang benar, serta membuka wawasan bahwa belajar bahasa asing adalah jendela menuju dunia yang lebih luas.
Dengan metode yang menyenangkan dan penuh kasih, anak-anak kampung pun menyambut antusias kehadiran Ibu Mariatul. Suara tawa dan semangat belajar bergema di balai desa atau bahkan di teras rumah, menjadi saksi bahwa pendidikan bisa dimulai dari mana saja—asal ada niat dan ketulusan.
Ibu Mariatul adalah bukti nyata bahwa ilmu yang dibagikan dengan ikhlas akan terus hidup dan menumbuhkan harapan baru di setiap langkahnya.

No comments:
Post a Comment