Setiap kali Ibu Mariatul pulang ke kampung halaman, ia tak hanya membawa rindu, tapi juga semangat untuk berbagi ilmu dan budaya. Selain mengajarkan bahasa Inggris kepada anak-anak desa, beliau juga dengan penuh semangat melatih mereka menari, mengenalkan gerak-gerak tradisional yang anggun dan penuh makna.
Di tengah suasana kampung yang sederhana, Ibu Mariatul mengubah halaman rumah atau balai desa menjadi ruang belajar yang hidup. Anak-anak berkumpul dengan wajah ceria, belajar mengucapkan kata-kata dalam bahasa Inggris sambil berlatih menari mengikuti irama musik tradisional. Perpaduan antara pendidikan dan seni ini menjadi pengalaman yang menyenangkan sekaligus memperkaya jiwa mereka.
Bagi Ibu Mariatul, mengajar bukan sekadar kewajiban, melainkan wujud cinta terhadap tanah kelahiran. Ia percaya bahwa melalui bahasa dan tari, anak-anak desa dapat tumbuh dengan percaya diri, mencintai budaya mereka sendiri, dan terbuka pada dunia luar. Apa yang dia tanamkan bukan hanya keterampilan, tetapi juga harapan dan inspirasi.
No comments:
Post a Comment